Tan Sri Muhyiddin Yassin Jadi Perdana Menteri 8 Malaysia

Malaysia, Nusaline.com – Tan Sri Muhyiddin Yassin Ayah Keturunan Bugis Ibu Jawa terpilih menjadi Perdana Menteri Malaysia. Ia akan disumpah pada Minggu besok pukul 10.30 di Istana Negara Malaysia.

Dilansir Liputan6.com dilaporkan Malaysiakini, Sabtu (29/2/2020), Muhyiddin mendapat dukungan dari Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah. Keputusan ini diumumkan oleh pejabat keluarga kerajaan Malaysia.

Bacaan Lainnya

Pemilihan Muhyiddin Yassin diambil oleh Raja Malaysia setelah bertemu dengan para anggota parlemen (Dewan Rakyat) pada pertengahan minggu ini.

Yang di-Pertuan Agong percaya bahwa Muhyiddin mendapat kepercayaan terbaik dari parlemen untuk menjadi Perdana Menteri Malaysia.

“Dalam hemat Sri Paduka Baginda, anggota Dewan Rakyat yang kemungkinan mendapat kepercayaan mayoritas di antara anggota Dewan Rakyat adalah Tan Sri Muhyiddin Yassin, anggota parlemen dari Pagoh,” ujar pejabat keluarga kerajaan Ahmad Fadil Shamsuddin.

Berdasarkan sistem kenegaraan Malaysia, Raja Malaysia memiliki posisi di atas undang-undang sehingga bisa memilih perdana menteri.

Terpilihnya Muhyiddin sebagai Perdana Menteri Malaysia diumumkan ketika pagi ini Mahathir baru saja mengumumkan siap menghadapi Muhyiddin.

Muhyiddin dan Mahathir sama-sama berasal dari Partai Bersatu, tetapi Mahathir tidak setuju karena Muhyiddin mau berkoalisi dengan partai oposisi.

Tribunnews.com dikutip dari wikipedia.org, Muhyiddin lahir di Muar, Johor, Malaysia pada 15 Mei 1947.

Ayahnya merupakan keturunan Bugis, sedangkan ibunya keturunan Jawa.

Muhyiddin mendapat pendidikan awal di Sekolah Kebangsaan Maharani dan Sekolah Kebangsaan Ismail di Muar.

Kemudian, ia melanjutkan kuliah ke Universiti Malaya

Muhyiddin berhasil memperoleh Ijazah Sarjana Muda Ekonomi dan Pengajian Melayu pada 1971.

Muhyiddin mulai berkarier sebagai Penolong Sekretaris Pemerintahan Johor (1970) kemudian Penolong Pegawai Daerah Muar (1974).

Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Menteri Besar Johor selama 10 tahun sebelum menteri selama pemerintahan Barisan Nasional.

Ia pernah menjabat di Kementerian Perdagangan Domestik dan Konsumerisme; Pertanian dan Industri Berbasis Agro; dan Perdagangan dan Industri Internasional.

Pengalaman sebagai pejabat umum dipakai Muhyiddin untuk terjun ke dunia korporat.

Karier politik Muhyiddin dimulai saat bergabung ke Organisasi Nasional Melayu Bersatu (OMNU) bagian Pagoh, Johor.

Dia bergabung dengan UMNO pada 1978 sebelum pindah ke Partai Pribumi Bersatu Malaysia pada 2016 dan menjadi presidennya.

UMNO adalah partai politik terbesar di Malaysia dan pendiri dari koalisi Barisan Nasional.

Muhyiddin dipilih menjadi Ketua Pemuda UMNO Bagian Pagoh pada 1976.

Dari situ karier politiknya terus berkembang saat ia dilantik menjadi Ketua Pemuda UMNO Malaysia pada 1982.

Pada 1985, Muhyiddin dipilih menjadi Anggota Majelis Tertinggi UMNO.

Muhyiddin juga pernah menjadi Wakil Perdana Menteri Malaysia di era pemerintahan PM Najib Tun Razak.

Muhyiddin menjabat sebagai Wakil PM mulai 2009 hingga 2015.

Muhyiddin juga mendirikan Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) bersama Mahathir Mohamad.

Ia keluar dari UMNO setelah berselisih dengan mantan PM Najib Razak karena skandal keuangan 1MDB alias Skandal 1Malaysia Development Berhad.

Sebelumnya, Mahathir juga mencalonkan Muhyiddin Yassin sebagai suksesornya.

Dikutip dari Kompas.com, mantan Menteri Dalam Negeri itu sejauh ini telah didukung oleh koalisi politik yang terdiri dari Bersatu dan kubu oposisi Partai Islam Se-Malaysia (PAS) dan Barisan Nasional yang dimotori UMNO.

Jumlah dukungan Muhyiddin saat ini adalah 96 kursi.

Koalisi Muhyiddin disebut-sebut akan diberi nama Perikatan Nasional.(*)

Tinggalkan Balasan