Sinergitas Dosen UMI, Pemerintah dan Masyarakat di Desa Sanrobone Dalam Pengembangan Teknologi Pupuk Organik Untuk Tanaman Cabai

Takalar, nusaline.com-Peran dosen di perguruan tinggi secara tradisional, ada tiga yaitu, mengajarkan pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan dalam berbagai aspek pembangunan, menghasilkan pengetahuan baru melalui proses penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan atau penciptaan inovasi dalam berbagai aspek kehidupan dan pengembangan ilmu pengetahuan terapan atau teknologi tepat guna dalam menciptakan pengetahuan untuk pembuatan kebijakan publik yang berbasis buktii.

Dalam penerapannya saat ini, hasil penelitian seorang dosen belum optimal sebagai sumber data, informasi, dan pengetahuan dalam proses pembuatan kebijakan publik.

Indikasi penyebab keterbatasan pemanfaatan hasil penelitian dosen dalam pembuatan kebijakan publik diantaranya adalah kurangnya keterkaitan antara tema-tema penelitian di kampus dengan berbagai isu-isu prioritas pembanguan dan kebijakan pemerintah serta kebutuhan masyarakat.

Untuk itu kelompok dosen dari Fakultas Pertanian ( FP) Universitas Muslim Indonesia ( UMI) Makassar Dr. Ir. Netty, MSi, Dr. Ir. Suraedah, MP. dan Ir. Rasmeidah, MM yang didampingi oleh empat orang mahasiswa melakukan upaya penerapan teknologi tepat guna melalui Pengembangan Teknologi Pupuk Organik.

Upaya ini merupakan program kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam teknologi tepat guna.

Kegiatan PKM ini bertujuan untuk peningkatan pengetahuan masyarakat terutama kelompok tani tentang manfaat dan peranan pupuk organik serta memberikan keterampilan mengenai teknologi pembuatan pupuk organik.

Dosen FP UMI Dr.Ir Netty berharap dengan adanya pelatihan dan pendampingan teknologi pembuatan pupuk organik ini, para anggota kelompok tani dapat menerapkan dan mengembangkan teknologi ini pada usaha tani cabainya masing-masing.

“Kita berharap dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini para kelompok tani dapat menerapkan dan mengembangkan teknologi pembuatan pupuk organik organik pada usaha taninya khususnya untuk tanaman cabainya,”ucapnya.

Sementara itu Pelaksana Jabatan (Pj) Kepala Desa Sanrobone Patahuddin Nyonri sangat mengharapkan kegiatan seperti ini tidak hanya berlangsung pada saat ini saja, akan tetapi akan berlanjut dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat lainnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Tentunya harapan kami disini kegiatan seperti ini tidak hanya berlangsung seperti ini saja akan tetapi dapat berlanjut dengan kegiatan pengabdian yang apa yang dibutukan masyarakat,”harap Patahuddin.

Kegiatan ini dihadiri oleh pemerintah setempat yaitu Penjabat (Pj) Kepala Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone, Patahuddin Nyonri, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Supriadi Temba, SP., M.Si., Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) desa Sanrobone Dg. Ngunjung, dan Kelompok Tani Suka Maju.

Dengan kehadiran kelompok dosen dari UMI, pejabat pemerintah daerah dan masyarakat ini cukup lengkap yang menunjukkan adanya sinergitas yang baik untuk perkembangan ilmu pengetahuan dalam masyarakat petani.

Sekedar diketahui kegiatan PkM ini dilakukan pada tanggal (18/07/20) lalu dan akan berlanjut dengan kegiatan penanaman cabai hingga bulan Desember 2020 di desa Sanrobone, Kabupaten Takalar.

Tinggalkan Balasan