Puang Makka Tutup Silatnas Matan, Ini Pesan dan Kesan Kakanwil Kemenag Sulsel

Makassar, nusaline.com- Al-Habib Syekh Sayyid Abd Rahim Assegaf Puang Makka didaulat untuk menutup secara resmi Silaturahmi Nasional Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (Silatnas Matan), Rabu, (4/3/20).

Silatnas Matan yang mengusung tema “Matan Berdaya Indonesia Maju” ini berlangsung selama 3 hari dan menghasilkan 9 poin kesapakatan yang kemudian diberi nama Deklarasi Makassar sebagaimana yang dibacakan oleh Plt Ketum PP MATAN Gus Hasan Habibi.

Kakanwil Kemenag Sulsel yang juga menjabat selaku Koordinator Wilayah Matan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat H.Anwar Abubakar dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada keluarga Matan yang telah hadir mengikuti Silatnas di Makassar.

Ia juga mengungkapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada puang Makka atas sumbangsih dan dedikasinya sehingga kegiatan Silatnas Matan ini dapat digelar di Makassar.

“Mulai dari persiapan hingga terlaksananya kegiatan ini, andil dan sumbangsih guru saya, Al-Habib Syekh Sayyid Abd Rahim Assegaf Puang Makka sangat luar biasa dan tidak bisa saya ungkapkan satu persatu,”ucap Anwar Abubakar.

Lanjutnya, bahwa kegiatan Silatnas ini sungguh luar biasa karena dihadiri oleh orang-orang hebat. Mulai dari Menteri Agama, Watimpres, Gubernur, Komisioner KPK sampai Bupati.

“Menteri Agama ke Makassar karena Matan. Ini kesannya luar biasa. Karena belum tentu Menteri Agama bisa ke Makassar jika hanya Kanwil Kemenag yang undang. Terlebih lagi kegiatan ini dibuka langsung oleh Watimpres Rais ‘Am Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya,” lanjut Anwar Abubakar

Diakhir sambutannya, Pria yang menahkodai Kanwil Kemenag Sulsel ini menyampaikan pesan kepada keluarga besar Matan kiranya kegiatan Silatnas ini tidak berhenti sampai disini.

“Pada saat pembukaan, suasana pesaudaraan, suasana keakraban dan suasana persatuan sangat tampak. Ini sejarah yang mesti terulang. Jangan berhenti sampai disini. Setelah Silatnas Makassar, segera konsolidasi dan bertindak untuk kemudian menggelar Silatnas Matan selanjutnya, ” imbuhnya.

Ada tugas berat dipenghujung tahun 2020 yang dititipkan oleh Rais ‘Am Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah Habib Luthfi bin Yahya kepada saya, yakni menggelar haul atau istighosa Nasional kepada 3 Pahlawan Nasional, yaitu Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin dan Syekh Yusuf dalam waktu yang bersamaan di Makassar,”tutupnya.

Sementara itu, Puang Makka dalam tausyiahnya sebelum menutup secara resmi kegiatan ini mengawalinya dengan menyampaikan bahwa ia telah meminta ijin kepada Habib Luthfi bin Yahya untuk menutup kegiatan silatnas ini.

“Saya telah memohon ijin kepada kepada guru spiritual saya Maulana Habib Luthfi bin Yahya untuk menutup acara ini. Dan harapan saya, bahwa kegiatan Silatnas ini bukan seperti istghosa atau haul atau sunatan massal yang begitu selesai tidak ada sesuatu yang berbekas dan bisa dibawah pulang. Tapi sampaikan kedalam hati dan pikiran kita apa yang bisa dilakukan. What the next. Apa selanjutnya. Laksanakan apa yang menjadi hasil kesepakatan dalam sidang-sidang komisi,” pinta Puang Makka dalam tausyiahnya.

Puang Makka kemudian mengungkapkan bahwa jaman millineal adalah era yang tidak bisa dihindari oleh siapapun.

“Kita memasuki era millineal. Yaitu suatu fase dimana kita mengalami kekeringan jiwa. Zaman yang menghilangkan makna kemanusiaan kita sebagai manusia dan sebagai hamba Allah, dimana logika telah menguasai seluruh unsur kemanusiaan sehingga hati tidak penting lagi. Mau tidak mau, suka tidak suka, era ini tidak bisa dihindari,”ungkapnya.

ketukan palu oleh Puang Makka menjadi pertanda kegiatan Silatnas Matan ini ditutup secara resmi, kemudian diakhiri dengan pembacaan doa oleh Prof. Abdul Hadi.

Tinggalkan Balasan