PKM Dosen FP UMI Bagi Masyarakat Kelompok Tani Di Desa Botto Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone

Bone, nusaline.com

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh Dosen Fakultas Pertanian (FP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Dr.Ir.Amir Tjoneng,MS terhadap Masyarakat di Desa Botto, Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan dalam mensosialisasikan penerapan konsep Pertanian berbasis kearifan lokal.

Program penerapan Ipteks ini bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia  pada Kelompok Tani Padi di Desa Botto   Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, dalam penyediaan beras lokal dengan memanfaatkan Padi Lokal Ase Buluh sebagai plasma nutfa.

Penerapan Ipteks ini dilakukan pada bulan Mei hingga bulan Nopember 2019 di Desa Botto   Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone, dengan Mitra Kerja Kelompok  Tani Mase-mase. Metode yang digunakan dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan dengan pemberian bahan dan alat untuk proses aplikasi teknik budidaya agar dapat membudidayakan secara massal.

Masalah yang dialami oleh masyarakat di Bone adalah Penanaman padi lokal Ase Buluh sangat terbatas dan umur produksinya lama serta pertumbuhannya tinggi sehingga menyulitkan dalam hal pasca panen.  Sedangkan di daerak Kabupaten Bone jenis padi Ase Buluh ini merupakan makanan pangan vaforit dan bahkan sajian saat pesta adat atau pindah rumah Karaeng rasanya yang khas dan bau yang harum seperti pandan. Oleh karena itu upaya penganekaragaman konsumsi pangan lokal sebagai kearifan lokal perlu disosialisasikan. Pengembangan pangan lokal sesuai dengan kearifan dan kekhasan daerah untuk meningkatkan diversifikasi pangan lokal; Pengembangan sumberdaya manusia di bidang pangan dan gizi dilakukan melalui pendidikan, pelatihan dan penyuluhan secara lebih komprehensif

Hasil dari Penerapan Ipteks ini dimana masyarakat di Desa Botto Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone bertambah pengetahuannya tentang konsep pertanian berbasis kearifan lokal, yang menggunakan plasma nutfa lokal agar tetap lestari sebagai keunggulan kearifan lokal daerah.

Hilangnya keanekaragaman hayati di negeri ini memberikan insiparasi untuk melakukan pengamanan  hayati. Upaya pengamanan hayati ini harus mendapat dukungan dari semua pihak.

Langkah yang dapat dilakukan   adalah dengan melakukan penyelamatan plasma nutfa keanekaragaman hayati di suatu kawasan yang berpotensi hilang atau punah. Seperti halnya plasma nutfah varietas lokal Ase Buluh Sulawesi Selatan dari Kabupaten Bone, dapat dilestarikan dengan upaya pemanfaatan sumber genetik yang ada sesuai yang diinginkan.

Pengembangan sumberdaya genetik dan pelestarian plasma nutfah lokal merupakan salah satu hal yang mutlak diperlukan untuk dapat mengembangkan sektor Pertanian khususnya pangan yang berbasis padi atau beras secara optimal dan berkelanjutan.

Oleh karena itu diperlukan pembekalan-pembekalan untuk menambah pengetahuan, keterampilan dan sikap para pelaku usaha pertanian tersebut. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah melalui sosialisasi untuk para petani umumnya dan secara berkelompok maupun khusus pada sentra-sentra penghasil padi lokal.

Wilayah Kabupaten Bone terdapat salah satu daerah sentra penghasil beras padi Buluh yang memiliki ciri khusus seperti rasa pulen dan pandan.Namun sekarang padi lokal tersebut sudah mulai punah dan hampir tidak dijumpai lagi di tingkat petani.Sekarang masyarakat menanam berbagai macam varietas introduksi.yang dapat dikembangkan. Sedangkan varietas lokal  yang sangat disukai oleh konsumen karena kualitas rasa nasi yang enak yaitu beras Ase Buluh dari kabupaten Bone sangat jarang lagi dijumpai.

Oleh karena itu Pengabdian yang dilakukan ini berawal dari telah dilakukannya riset pelestarian plasma nutfah lokal yaitu padi Buluh sampai pada generasi mutan M3 Namun varietas lokal ini masih memungkinkan untuk mendapatkan mutan generasi M4 dan M5 untuk diadakan perbaikan/perakitan varietas lokal yang bisa menghasilkan habitus yang pendek dan umur yang genjah namun tidak rakus akan input sintesis (Haris, 2013).

Namun masih perlu berusaha bagaimana merangsang minat petani untuk dapat kembali berminat menanam padi jenis Padi Buluh ini. Oleh karena itu perlu pendampingan atau pembinaan tingkat kesiapan petani nanti untuk tetap ingin menanam padi lokal yang potensi hasilnya hampir sama dengan padi introduksi. 

Selain itu penyebaran jenis padi lokal ini akan dicoba disosialisasikan pada kelompok tani yang ada di Kabupaten Bone.  Mengingat analisis situasi kedua daerah ini yang akan dikembangkan padi lokal Padi Buluh dari segi iklim dan penyebaran curah hujannya hampir sama.

Tinggalkan Balasan