Pilkada Gowa, Bawaslu: Intinya ASN Harus Netral

Gowa, Nusaline.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gowa, terus berupaya melakukan pencegahan dengan melakukan himbauan, kordinasi dan sosialisasi terkait pentingnya netralitas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 mendatang.

Komisioner Bawaslu Gowa, Juanto mengatakan, kegiatan seperti ini sangat penting, karena menjadi langkah awal dalam proses pencegahan potensi munculnya pelanggaran bagi para ASN yang ada di Kabupaten Gowa.

Bacaan Lainnya

“Ini kewajiban bagi ASN agar memperhatikan aturan norma kepegawaian, tetap netral dalam Pilkada. ASN jangan mau jadi alat Politik, dia harus patuh dengan aturan yang melekat dan mengikat,” kata Juanto, melalui keterangan resminya di Gowa, Ahad (23/02/2020).

“Jadi, intinya kami sampaikan ASN mesti netral, bijaklah sebagai abdi negara bukan abdi Politisi”, tegasnya.

Menurut dia, regulasi yang mengatur perihal tersebut sudah jelas di dalam Undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, Undang-undang 10 tahun 2016 tentang pemilihan Gubernur Bupati dan Walikota, Peraturan Pemerintah RI nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS.

Kemudian, Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan kode etik PNS, SE KASN Nomor B-2900/KASN/11/2017 tentang pegawasan netralitas pegawai ASN pada pilkada serentak tahun 2018 dan surat MENPAN-RB Nomor B/71/M.SM.00.00/2017 tentang pelaksanaan netralitas ASN.

Lebih jauh, ia mengunkapkan, pihak Bawaslu Gowa akan intens dan aktif dalam melakukan pengawasan langsung maupun tidak langsung. Seperti memonitoring semua kecamatan yang ada di Kabupaten Gowa termasuk aktifitas di Medsos, melalui jajaran Bawaslu yang ada ditingkat Kecamatan, Desa, dan Kelurahan.

“Untuk saat ini saya akan fokus dengan beberapa Kecamatan seperti Kecamatan Tinggimoncong, Tombolo Pao, dan Bajeng karna ini Korwil saya. Namun juga tetap intensif melakukan pengawasan ke kecamatan yang lain. ASN yang ketahuan, diduga melanggar akan diproses sesuai aturan yang berlaku,” tukasnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Gowa, Adnan Purichta Ichsan menjelaskan, kesuksesan menjalankan Pilkada menjadi tanggungjawab bersama. Olehnya itu, seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, harus bersikap netral di Pilkada 2020 mendatang.

“ASN dipagari dengan aturan yang ada dan juga bertanggungjawab mematuhinya, jangan sampai ASN yang berbuat pelanggaran namun merugikan calon,” tegas Adnan.(RLS)

Tinggalkan Balasan