Laksanakan PkM di Kabupaten Pangkep, Ini Yang Dilakukan Dosen FAI UMI

Pangkep, Nusaline.com-Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) merupakan dharma ketiga dari tridarma perguruan tinggi setelah pendidikan dan penelitian. Kegiatan itu merupakan agenda tahunan yang rutin dikakukan oleh Dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPkM) UMI, dengan tujuan untuk memberikan solusi berdasarkan kajian akademik atas kebutuhan, tantangan, atau persoalan yang dihadapi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pengabdian bagi Dosen UMI tahun ini adalah Desa Tamangapa Kec. Ma’rang Kab. Pangkep dengan mitra pengabdian majlis ta’lim Nurul Iman Desa Tamangapa.

Tim Dosen yang terlibat dalam pengabdian masyarakat di Desa itu terdiri dari tiga orang yang semuanya berasal dari Fakultas Agama Islam (FAI) UMI, yaitu Dr. H. Said Syaripuddin, Lc., M.HI (ketua), Dra. Andi. Banna, MA., (anggota), dan Ariesthina Laelah, S. Ag., MA (anggota).

Tema pengabdian itu dikemas dalam bentuk workshop dengan judul : Revitalisasi Peran Domestik Dan Peran Publik Perempuan di Era Gelobalisasi Menurut Syariat Islam”.

Acara pembukaan workshop dihadiri beberapa tokoh masyarakat setempat, di antaranya Imam Masjid Jami’ Nurul Iman kalukue, Usman dan Abdullah Mas’ud yang sekaligus mewakili kepala Desa Tamangapa karena berhalangan untuk hadir pada acara tersebut.

Abdullah Mas’ud yang juga selaku imam Desa Tamangapa dalam sambutanya mengatakan bahwa Pemerintah Desa Tamangapa sangat meresepon kegiatan seperti ini karena merupakan kegiatan yang sangat positif bagi anggota majelis ta’lim.

“Pada dasarnya pemerintah Desa merespon secara positif kegiatan semacam ini, sebab akan memberikan pencerahan bagi masyarakat, khususnya anggota majlis ta’lim Nurul Iman sebagai mitra dalam mengarungi kehidupan rumah tangga mereka di tengah arus gelobalisasi yang semakin deras,” sambutnya.

Said Syaripuddin yang tampil sebagai pemateri pertama pada acara tersebut menyatakan bahwa tujuan utama kegiatan workshop ini adalah untuk memberikan penjelasan dan pencerahan kepada masyarakat, khususnya anggota majlis ta’lim Nurul Iman di Desa Tamangapa, tentang pentingnya memahami dan menjalankan tugas-tugas sebagai wanita secara baik dan benar sesuai dengan petunjuk agama Islam, baik sebagai istri kepada suaminya maupun sebagai ibu kepada anak-anaknya, guna mewujudkan rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah.

Sementara itu menurut Andi Banna yang tampil sebagai pemateri kedua menyatakan bahwa Islam sangat memuliakan wanita, salah satunya adalah Islam memandang dan memposisikan wanita sebagai ibu, yaitu tempat yang sangat luhur dan terhormat.

“Ibu adalah satu di antara dua orang tua yang mempunyai peran sangat penting dalam kehidupan setiap individu. Di tangan ibu-lah setiap individu dibesarkan dengan kasih sayang yang tak terhingga. Ibu, dengan taruhan jiwa raga telah memperjuang kehidupan anaknya, sejak anak masih dalam kandungan, lahir hingga dewasa. Secara tegas al-Qur’an memerintahkan setiap manusia untuk menghayati dan mengapresiasi ibu atas jasa-jasanya dengan berbuat baik kepadanya,”jelasnya.

Ia pun mengutip firman Allah dalam al-Qur’an Surah Luqman ayat 14 yang terjemahannya sebagai berikut:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”.

Menurutnya lagi, wanita memiliki tugas yang sangat luhur sekaligus amat berat, yakni, mengasuh, membesarkan, dan mendidik anak-anaknya.

“Meskipun mengasuh dan mendidik anak merupakan tugas dan kewajiban yang harus dijalankan secara bersama-sama (suami-isteri), tetapi dengan memperhatikan tingkat keberadaan isteri di rumah atau interaksi anak dengan ibunya (khususnya ketika masih kecil), maka tanggung jawab itu lebih banyak diberikan kepada ibu atau isteri,” jelas Andi Banna.

Kegiatan workshop tersebut diikuti oleh anggota majlis ta’lim Nurul Iman yang beranggotakan sekitar empat puluh orang dan dipusatkan di masjid Jami’ Nurul Iman kampung Kalukue Desa Tamangapa.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga kali pertemuan ini, dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan pencegahan Covid -19.

Tinggalkan Balasan