Lakpesdam NU Sulsel Laksanakan Focus Group Discusion (FGD)

Makassar, nusaline.com

Nahdlatul Ulama merupakan organisasi kemasyarakatan yang sangat lama berkiprah di Sulawesi Selatan dan peranannya secara sosial sangat perhitungkan. Periode naik turun secara gerakan organisasi merupakan poin penting yang harus dicatat NU dalam bergerak di era saat ini. Inilah yang ingin dideskripsikan oleh Pengurus Wilayah Lakpesdam NU Sulsel melalui Penulisan Sejarah NU Sulsel.

Sebagai refensi awal dalam merampungkan penulisan sejarah NU, Lakpesdam NU Sulsel melaksanakan Focus Group Discusion (FGD) penulisan Sejarah NU Sulsel di Red Corner Jl.Yusuf Dg. Ngawi Makassar, pada Minggu (19/01/2020) dengan menghadirkan Syech Sayyid abdul Rahim Assegaf Puang Makka, Prof. Kadir Ahmad, Prof. Arifuddin Ismail. Hadir juga dari pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama beserta pengurus LTN NU Sulsel.

Menurut Ketua Lakpesdam NU Sulsel, penting menyelaraskan dan memperkuat data yang diperoleh di lapangan dan pemaparan dari tokoh-tokoh pemotret sejarah NU Sulsel sendiri.

Sementara itu, Prof. Kadir Ahmad yang merupakan tokoh NU pemerhati sejarah ini memberikan gambaran tentang peranan NU sebagai organisasi yang cukup tua di Sulawesi Selatan dan tentang ulama-ulama Sulawesi Selatan yang kiprahnya bukan cuma di Sulawesi selatan, namun sampai di tingkat struktural pusat.

Puang Makka sendiri menerangkan mengenai bagaimana kiprah NU dan tokohnya, serta maju mundurnya NU setiap periodenya.

“NU Sulsel pernah berjaya, namun mengalami kemunduran sejak 1980-an, terhitung hingga saat ini. Namun, ada hikmahnya, kaderisasi Ansor yang kembali memperkuat NU saat mengalami masa stagnasi”, tuturnya.

“Dan saya mendoakan, penulisan sejarah ini saya percaya akan berjalan dengan khidmat. Dan bermanfaat bagi anak cucu kita nantinya untuk mengetahui NU Sulawesi Selatan di masa yang akan datang”, tambah Ulama yang juga putra dari Almarhum Syech Puang Ramma.

(Citizen Reporter: Muh Jamil)

Tinggalkan Balasan