Kunjungi Kanwil Kemenag Sulsel, Ini Yang Di Bahas Anggota DPRD Sinjai

MAKASSAR, nusaline.com- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sinjai didampingi Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kemenag Sinjai mengunjungi Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan.

Kunjungan tersebut untuk berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Kakanwil terkait masalah Kekurangan Guru  Agama di Sekolah Umum di Kabupaten Sinjai.

Wakil Ketua DPRD Sinjai Andi Muh.Sabir yang juga selaku ketua tim menyampaikan kondisi di Kabupaten sinjai yang dimana saat ini sangat kekurangan tenaga Guru Pendidikan Agama Islam di sekolah Umum (SD, SMP dan SMA), ditambah lagi Kuota PPPK untuk Guru PAI di Sinjai sama sekali tidak ada.

“Hal ini sangat memprihatinkan bagi kami selaku wakil rakyat, olehnya itu kehadiran kami disini untuk berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Pak Kakanwil, untuk mencari jalan keluar dari masalah kami di Sinjai, kami berharap, kekurangan kuota Guru PAI di Sekolah Umum di Sinjai bisa dikerjasamakan dalam hal pengadaannya baik pemerintah, legislatif, Diknas dan Kemenag, minimal lah guru PPPK kalau CPNS belum terbuka,” ucap Sabir diruang kerja Kakanwil Jalan Nuri No. 53 Makassar, Selasa (2/3/ 2021).

Lebih Lanjut, Jamaluddin Ketua Komisi I DPRD Sinjai juga menyampaikan curhatannya mengenai kekurangan guru Agama yang ada kabupaten sinjai yang datanya sudah ada.

“Data ada di kami, jumlah Sekolah Dasar di Sinjai itu ada 243 buah tapi jumlah Guru PAI nya hanya 73 orang, begitupun yang terjadi di dengan tingkat SMP dan SMA, sehingga kondisi ini akan sangat berpengaruh bagi perkembangan pendidikan keagamaan di generasi kita di Sinjai ke depan,”jelasnya.

Dengan bertemu kakanwil,  Jamaluddin berharap bisa mendapatkan solusi dari masalah tersebut.

“Semoga dengan kedatangan kami ini, ada solusi yang bisa kami dapatkan untuk kemudian kami jadikan kebijakan politik di tingkat dewan dan pemerintah Sinjai,” harap Jamaluddin yang diamini oleh Drs. Marzuki Kabid Diknas Sinjai.

Menanggapi hal tersebut, Kakanwil Kemenag Sulsel H.Khaeroni mengungkapkan bahwa Kemenag itu wajib bersinergi dengan semua stake holder di Daerah termasuk eksekutif, legislatif dan yudikatif.

“Terkait Permasalahan Kekurangan Guru PAI bagi kami sangat memprihatinkan, akan tetapi regulasi menyatakan bahwa untuk Pengadaan Guru Agama Pendidikan Agama itu menjadi domain dari Pemerintah di Daerah setempat khususnya Dinas Pendidikan Nasional, meskipun tunjangan sertifikasinya ada di Kemenag,”ungkapnya.

Untuk mengatasi tersebut Kakanwil memberikan tiga solusi alternatif dalam mengatasi masalah kekurangan Guru PAI ini, selain berharap dari APBN dan APBD, bisa juga dengan membuat Perda Pendidikan Keagamaan sehingga memiliki payung hukum, atau dengan menggunakan anggaran Hibah dari Pemda, dan yang terakhir adalah mendorong political will pemerintah daerah setempat.

“Bila ada momentum CPNS Guru, dimasukkan penerimaannya juga untuk Formasi Guru Agama, jangan terkesan Guru Agama dianak tirikan dari guru-guru mata pelajaran umum lainnya, sementara usernya adalah Pemerintah Daerah sendiri, dan buktinya, ada beberapa Daerah Kabupaten Kota yang mampu mengatasi masalah kekurangan Guru Agama seperti ini,”pungkas Khaeroni.

Selain itu kakanwil juga menyampaikan harapannya kedepan agar penerimaan Guru PAI disekolah Umum bisa menjadi wilayah kementrian Agama.

“Kementerian Agama dalam hal Guru PAI bertugas sebagai pendamping dan pembina, meskipun andaikan diamanahkan oleh UU bahwa Penerimaan Guru PAI di Sekolah Umum itu menjadi Wilayah Kementerian Agama, itu memang harapan kami, tapi sekali lagi ini soal Regulasi, level perjuangannya lebih tinggi yakni di tingkat DPR RI, “harapnya.

Ditambahkan oleh Kabid PAIS Kanwil Kemenag Sulsel H. Muhammad Rasbi , bahwa Posisi dan peran Guru Agama itu ibaratnya seperti TNI.

“Kalau TNI Penjaga Keamanan Bangsa, Guru Agama itu Penjaga Keimanan Generasi bangsa, karenanya harus benar benar diberi perhatian khusus, sebab ini menyangkut Dunia Akhirat,” tambah Rasbi.

Selain Wakil Ketua dan Ketua Komisi I DPRD Sinjai Sejumlah Anggota DPRD Sinaibjuga turut hadir di pertemuan tersebut diantaranya Zahrah Usman, Hj, Nurbaya Toppo, Muhammad Wahyu, Hasnah, Rustan, Andi Nurbaety, Muh. Takdir, Darna dan A. Zaenal Iskandar.

Tinggalkan Balasan