Ketua Umum PBNU hadiri Harlah NU Yang di Gelar PWNU SulSel

Makassar, nusaline.com

Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PW NU) Sulawesi Selatan mengelar Harlah Nahdatul Ulama yang ke-94 tahun dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama dan Launching Koin Muktamar di Auditorium KH.Muhyidin Zain UIM Rabu, (5/02/2020).

Kegiatan ini di hadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Nahdatul Ulama Prof.Dr.KH. Said Aqil Siraj, MA, dan Gubernur Sulawesi Selatan Prof.Dr.H.M Nurdin Abdullah.

Turut juga dihadiri Rais Syuriah NU Sulsel Anregurutta KH.Sanusi Baco, Ketua Tahfidsiyah PW NU Sulsel KH. Hamzah Harun Al Rasyid , Kapolda Sulsel,Pangdam XIV Hasanuddin, Ketua Yayasan Wakaf UMI, Ketua Yayasan Al- Ghazali UIM , Rektor UIM, Pengurus Cabang NU Se-Sulsel

Dihadapan pengurus wilayah NU Sulsel dan Pengurus Cabang NU Se-Sulsel Kyai Said Aqil Siraj menyampaikan bahwa amanah agama, aqidah dan syariah bagi NU sudah selesai.

“Kita harus berani mengatakan bahwa peradaban NU atau bangsa Indonesia sudah selesai dan paling unggul dibanding budaya orang Arab, Afrika bahkan di Asia,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bagaimana cara memahami hubungan antara Agama dan negara.

“Anda Nasionalis harus beriman kepada Tuhan, anda orang beragama harus nasionalis, tidak bisa dipisahkan antara hubungan agama dan negara,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Said Aqil, ulama-ulama NU sudah memahami dengan jelas hubungan antara nasionalisme dan agama sebab ulama-ulama kita adalah nasionalis.

Selain itu, Said Aqil juga mengimbau kepada seluruh ulama NU untuk senantiasa menghormati budaya di Indonesia.

“Ulama harus menghormati budaya, itulah Islam Nusantara. Islam yang menerima budaya. Bahkan, agama Islam dibangun di atas budaya,” ujarnya.

Menurutnya, hal itulah yang membuat umat Islam di Indonesia tidak sama dengan di Arab.

“Inilah yang membuat kita umat Islam di Indonesia tidak sama dengan di Arab maupun di Afrika. Kita sudah tuntas dengan persoalan itu. Maka dari itu budaya Islam di Indonesia lebih unggul dibanding orang Arab maupun Afrika,” ungkapnya.

Selain itu Kyai Aqil Siraj juga menyinggung bahwa NU sekarang tugasnya bagaimana mengangkat harkat dan martabat warganya.

“Percuma ada NU kecuali ada 3 program peduli orang miskin, kesehatan dan pendidikan,membentuk masyarakat yang berbudaya, berakhlak,bermartabat dan berperikebadian, hanya dengan ini kita pertahankan Indonesia,”ujarnya.

Gubernur Sulawesi Selatan Prof.Dr.H.M.Nurdin Abdullah dalam sambutannya menyatakan bahwa dalam menghadapi agenda-agenda nasional peran NU sangat strategis terutama menghadapi pilkada serentak diseluruh Indonesia.

“Khusus sulsel akan melaksanakan 12 pilkada, kami titip kepada seluruh jajaran pengurus NU, mudah mudahan sulsel tetap terjaga dengan baik,” sambutnya.

Ia juga menyampaikan bahwa NU adalah Mitra strategis pemerintah dan akan mendukung penuh program program NU.

“Tentu kita kita harus berjalan seiring dan pemerintah siap untuk terus mendukung program program NU bahwa kita bisa bersinergi dalam rangka mendorong percepatan pembangunan di sulsel,” ucapnya.

“Dengan banyaknya cobaan yang menimpah bangsa ini, mari kita terus mengawal pemerintahan ini diselingi dengan menguatkan ketaqwaan kita kepada Allah, oleh karena itu doa kita sangat penting,”tutup mantan bupati Bantaeng ini.

Dalam kegiatan ini K.H Said Aqil Siroj juga melantik Pengurus Cabang NU dari lima Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan yaitu PCNU Kab. Toraja utara, Kab. Wajo, Kab.Gowa, Kab Takalar,dan Kab. Bulukumba.





Tinggalkan Balasan