Hanya Dua Balon Perseorangan Yang Sempat Membawa Persyaratan

Makassar, Nusaline.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, menyebut ada tujuh bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar yang mengambil user silon di KPU, namun tak satupun yang menyerahkan dan memenuhi dokumen persyaratan perseorangan.

Ke tujuh Balon tersebut, seperti Andi Budi Pawawoi-Idham Amiruddin, Andi Munawwar Syahrir-Andi Nurwajidah, Iriyanto Baso Ence-M Alihaq Mappturung, Jabal Nur-Muhammad Rivaldi, Moh Ramdhan Pomanto-Maqbul Halim, Muhammad Ismak-Muhammad Faisal Silenang, dan Syaripuddin Daeng Punna-Dedy Setiady Toding.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan, Komisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar, melalui keterangan tertulisnya kepada sejumlah media di Makassar, Senin (24/02/2020).

Menurut Gunawan, dari tujuh pasangan yang mengambil user silon, dua diantaranya telah melakukan komfirmasi lewat whatsapp, menyampaikan bahwa mereka tidak jadi menyerahkan syarat dukungan untuk calon perseorangan.

“Ada dua tim calon yang menyampaikan via WA bahwa mereka tidak jadi menyerahkan syarat dukungan meskipun sebelumnya telah melakukan pengentryan silon. Yakni tim Iriyanto baso ence dan tim M Ismak,” kata Gunawan.

Sementar kata dia, LO dari Balon Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, langsung datang ke hotel claro menyampaikan ke KPU bahwa mereka tidak jadi menyerahkan syarat dukungan karena berencana maju melalui partai.

“Satu tim calon yang LO nya datang, Yakni tim M Ramdhan Pomanto,” ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, ada pula dua tim pada saat jadwal penyerahan sayarat dukunga perseorangan, sempat membawa syarat dukungan ke Hotel Claro, namun dokumen yang menjadi syarat penyerahan syarat dukungan tidak lengkap.

“Ke dua tim itu yakni Andi Munawwar Syahrir, dan tim Andi Budi Pawawoi,” ujar Gunawan.

Kemudian, untuk dua tim yang juga telah mengambil user silon di KPU Makassar, sampai sekarang tidak ada kabar, yakni tim dari balon Walikota Makassar, Jabal Nur dan tim Syarifuddin Dg Punna.(*)

Tinggalkan Balasan