Fatimah Kalla Menjadi Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Yang Baru

Makassar, Nusaline.com – Rektor Universitas Islam Muslim (UIM) Dr Ir Hj A Majdah M Zain Msi, menyampaikan secara resmi Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar yang baru, yakni Fatimah Kalla, kepada sivitas akademika UIM usai pelaksanaan upacara Senin dirangkaikan shalat Dhuha dan pengajian di Masjid Asshabaha UIM, (2/3/2020).

Penetapan Fatimah sebagai Ketuamerupakan hasil kesepakatan dari rapat Dewan Pembina Yayasan, untuk menggantikan Ketua Yayasan sebelumnya, Prof H Iskandar Idy, yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan dan usia.

A Majadah mengatakan Ibu Fatimah, menyampaikan salam kepada kita semua, karena beliau merupakan ketua yayasan kita yang baru pengganti Prof Iskandar ketua yayasan sebelumnya.

“Keputusan Pak Iskandar Idy harus kita hormati dan menerima dengan lapang dada. Sembari menatap dengan positif apa yang telah ditetapkan dewan pembina yayasan,” ucap A Majdah

Majdah mewakili keluarga besar UIM berterima kasih atas peran Iskandar Idy selama menjadi ketua yayasan. UIM yang hanya dimulai dengan 4 gedung, yakni rektorat dan perkuliahan, lalu membangun sejumlah gedung perkuliahan. Seiring lonjakan pertambahan jumlah mahasiswa.

Hingga saat ini sedang membangun gedung rektorat baru, perpustakaan, serbaguna dan masjid yang dipastikan oleh sebagian besar kalangan akan menjadi ikon baru Makassar karena keunikan desainnya.

“Semuanya tak lepas dari tekad dan visi Pak Iskandar Idy. Juga sebagai realisasi dari pesan beliau ‘kalau mau maju harus berani’,” tambahnya.

Sebagai rektor, Majdah juga mengaku optimis dengan keputusan dewan pembina menetapkan Fatimah Kalla mantan Presiden Direktur PT Hadji Kalla sebagai ketua yayasan.

Hadji Kalla merupakan salah seorang pendiri dari Yayasan Al Gazali dari 8 tokoh pendiri pertama yang sebelumnya mengelola UNNU, UNIZAL, STIP/STID Al Gazali, sebagai cikal bakal terbentuknya UIM pada tahun 2000. Sedangkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga pernah menjabat sebagai Ketua Yayasan Al Gazali.

Bersamaan dengan penetapan Fatimah Kalla sebagai ketua yayasan, Jusuf Kalla juga bersedia menjadi jajaran dewan pembina bersama AGH Sanusi Baco dan Iskandar Idy.

Majdah pada kesempatan yang sama menyampaikan beberapa hal dari Fatimah Kalla yang akan menjadi arah baru pengembangan dan percepatan UIM.

Di antaranya, UIM sudah harus melaksanakan manajemen profesional, bukan lagi manajemen jamaah. Yakni mengutamakan SDM profesional yang akan melaksanakan semua lini.

“Tuntutan era digital maka UIM mau tak mau sudah harus menerapkan manajemen yang profesional dan modern, semangat keilmuan dari potensi jami’ah, the right man on the right place,” urainya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, ungkap Majdah, saat ini Fatimah Kalla telah menugaskan auditor dan tim yang dibentuknya untuk mempersiapkan beberapa program percepatan bagi pengembangan UIM.

“Pak JK juga sebagai dewan pembina telah memastikan pembangunan infrastruktur UIM akan terus dilakukan dan banyak hal yang akan dilakukan. Tinggal bagaimana komitmen dan profesionalisme kita,” tegasnya.

Di atas semua rencana itu, Bendahara ICMI Sulsel itu, juga menyampaikan pesan dewan pembina dan ketua yayasan baru bahwa UIM harus semakin kentalkan atmosfir qurani dan Islami-nya.

“Segenap sivitas akademika sangat optimis UIM akan menjadi kampus modern dengan gedung-gedung yang saat ini sementara dibangun tahap I dengan design urban campus yang juga ide dari bunda Hj Fatimah Kalla,” urai Majdah.

Rektor wanita pertama UIM itu berpesan kepada segenap sivitas akademika khususnya pada jajaran pimpinan untuk bekerja bersungguh-sungguh, meningkatkatkan kapasitas SDM UIM, bekerja professional, akuntable untuk meningkatkan kualitas pengelolaan UIM, mewujuskan good governance university.

“Demikian pula khususnya untuk kualitas akademik agar menghasilkan luaran yang bisa bersaing di dunia kerja,” pungkas sosok yang aktif membumikan quran sebagai Ketua Pembina Forum Kajian Alquran (FKCA) Sulsel itu.(RLS)

Tinggalkan Balasan