Bertandang Ke DPRD Sulsel, Rani: Ada Hal Menurut Kita Positif Sekali

Makassar, Nusaline.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, bertandang ke Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumohardjo Makassar, Kamis (20/02/2020).

Kedatangan legislatif DKI Jakarta di terima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif bersama anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Partai Nasdem Andre Prasetyo Tanta (APT), serta sekertaris Dewan DPRD Sulsel, M. Jabir.

Bacaan Lainnya

Ketua Rombongan yang juga sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra, Rani Mauliani mengatan, kunjungan ini merupakan kunjungan lintas komisi dari DPRD Jakarta, yang kebetulan dia bersama rombongan dari fraksi Gerinda mengagendakan berkunjung ke DPRD Sulsel.

“Pak Syahar ini tadi sudah menjelaskan banyak hal yang ternyata di DKI sendiri belum ada, kayak misalnya ada kegiatan nilai-nilai kebangsaan, itu luar biasa maksudnya teman-teman di Makassar punya pikiran maju dalam hal itu,” Kata Rani.

Menurut Rani, tidak semua DPRD yang ada di daerah harus belajar ke DPRD Jakarta. Justru yang di DKI juga harus berkunjung ataupun belajar di daerah. “karena Pimpinan di daerah itu, kadang-kadang ada hal yang memang One Step ahead dari DKI,” ucapnya.

Untuk itu, kata dia, terkait dengan nilai-nilai kebangsaan ini, pihaknya akan mendiskusikan hal tersebut bersama dengan legislator yang ada di DPRD Jakarta, karena menurutnya saat ini penanaman nilai kebangsaan sudah mulai pudar.

“Orang-orang kadang urusan perut udah tidak memikirkan kebersamaan lagi, tapi tadikan wakil ketua bilang, ketika kepentingan partai semua punya monuver maju, tapi begitu membicarakan kemaslahatan umat semua bisa legowo menerima,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua fraksi partai Gerindra, S Andika menambahkan, selain soal kebangsaan, yang patut kita contohi dari DPRD Sulsel yakni adanya harmonisasi antara legislatif dan eksekutif.

“Tadi, ada hal-hal yang menurut kita positif sekali yang kita dapatkan, adanya harmonisasi komunikasi politik yang baik antara eksekutif dan legislatif yang sampai saat ini menurut kami, kami tertinggal dari Sulawesi Selatan,” ujar Andika.

“Bagaimana pun juga kondisi atau terjadinya, bargainingnya luar biasalah antara eksekutif dan legislatif, na inilah belum kita dapatkan, seperti halnya perencanaan kegiatan kedepan,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan