Ming. Okt 20th, 2019

NusaLine

Garis Info Nusantara

Masyarakat Jakarta Mulai Menikmati MRT ke Tempat Kerja

2 min read

Jakarta, nusaline.com

Moda Transportasi Raya (MRT) di Jakarta telah beroperasi, masyarakat terlihat sudah mulai menggunakan MRT untuk berangkat ke tempat kerja pada pagi hari. Wahyu milsanya pria yang mengklaim tinggal di kawasan Bintaro Jaya ini mengaku sangat senang dengan kehadiran MRT Jakarta.

“Sangat menyengankan dan efisiensi waktu juga sangat membantu. Pelayanan pun suda oke, tinggal diperthankan ke depannya”, ungkap ia ketika ditemui di Stasiun Senayan www.jakartamrt.co.id (26/3/2019).

Banner Echo Racing

Stasiun Lebak Bulus tempat Wahyu berangkat menuju ke Stasiun Senayan. “Saya biasanya naik bus dan kadang naik kereta commuterline juga. Biasanya butuh waktu 1-1,5 jam untuk sampai di Bundaran Senayan. Ini saya tadi naik ojek dari Bintaro kurang dari 15 menit sampai di Stasiun Lebak Bulus, terus nyuambug MRT Jakarta juga kurang dari 15 menit udah sampai di sini (Bundaran Senayan)”, ucap ia lalu tersenyum.

Sedangkan Pemerintah Prorovinsi dan DPRD DKI Jakarta menyepakati tarif MRT fase pertama rute Lebak Bulus-Bundarah HI maksimal Rp. 14 ribu. “Alhamdulillah sudah disepakati angka yang tercantum tabel ini. Inilah yang akan diumumkan kepada masyarakat di Jakarta,” kata Anise di DPRD DKI Jakarta seperti yang telah diberitakan cnnindonesia Selasa (26/3/2019).

Pembangunan MRT adalah keputusan yang segera dilakukan karena jika tidak segera dieksekusi maka Jabodetabek akan merugi triliunan rupiah per tahun, seperti yang disampaikan Jokowi pada acara deklarasi Alumni Pangudi Luhur belum lama ini (6/2/2019), telah dimuat finance.detik.com (26/3/2019)

“Saya suruh paparkan kenapa sih ini tidak dibangun-bangun sejak 26 tahun lalu? Dipaparkan kepada saya kalau cara memaparkannya seperti itu selalu hitungnya untung dan rugi. Ya pasti rugi terus, namanya transportasi massal. Tapi saya bertanya, saat itu ruginya berapa sih harus subsidi Rp 3 triliun setiap tahun. Kita tahu APBD DKI Rp 73 triliun saat itu,” ujar Jokowi.

“Secara makro, hitung-hitungan negara tetap untung Rp 65 triliun tidak hilang setiap tahun. Pikiran saya hanya sesederhana itu, termasuk LRT dan lain-lain. Termasuk infrastruktur lebih dulu karena hitung-hitungannya seperti itu. Kalau MRT dibangun nanti-nanti, tanah di Jakarta akan semakin mahal,” paparnya.

Proyek mangkrak puluhan tahun itu kini telah rampung. Kini, masyarakat Jakarta punya alternatif transportasi. Selamat untuk warga Jakarta! (red)

Tinggalkan Balasan