Ming. Okt 20th, 2019

NusaLine

Garis Info Nusantara

Ansor di Kawasan Ini Rutin Giatkan Manakiban, Asmaul Husna dan Kajian Fiqih

2 min read

Banyumas, nusaline.com
Ada cara berbeda demi membekali anggota dengan mental spiritual yang kuat. Hal tersebut sebagaimana dilakukan Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Keniten II Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah yang secara rutin menggelar manakib. Kegiatan dilakukan setiap Jumat malam di desa setempat.

Ketua PR GP Ansor Keniten II, Taufik Waluyo menyampaikan rutinan manakib digelar sekali setiap Jumat malam. “Acaranya dilakukan bergilir dari satu rumah anggota ke rumah anggota yang lain,” katanya, Jumat (8/3) malam.

Selama rutinan berlangsung, kegiatan diisi dengan pembacaan manakib Syekh Abdul Qadir al-Jailani. “Juga asmaul husna dan kajian kitab Safinatu al-Najah,” jelas Taufik.

Dirinya menjelaskan, selain berkiprah di bidang sosial keagamaan dan kemasyarakatan, Ansor perlu membekali diri dengan penguatan spiritual yang kokoh. Salah satunya melalui rutinan manakib dan asmaul husna. Bekal keilmuan, lanjut Taufik juga dibutuhkan untuk membentengi wawasan dan pengetahuan serta pengalaman melalui kajian kitab fiqih Safinatu al-Najah.

“Melalui kajian kitab fiqih akan memberikan tambahan bekal ilmu yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan, meski masih dalam tataran kajian fiqih dasar,” terangnya.

Dikatakan, dalam berorganisasi, Ansor perlu menyentuh aspek keagamaan, kemasyarakatan, kepeloporan dan kelimuan. Mengingat, Ansor menjadi organisasi kader yang aktif sehingga anggotanya harus sehat jasmani dan kuat mental spiritualnya.
“Apabila jasmani dan rohaninya kuat, kader akan siap untuk berkiprah di masyarakat, merawat Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah,” urainya.

Oleh sebab itu diperlukan kerja sama dan kekompakan kader Ansor dalam menjalankan program organisasi. “Terutama dalam mengaktifkan rutinan manakib dari rumah ke rumah secara kontinyu,” tandasnya.

Rutinan diawali pembacaan manakib, shalawat, kajian kitab, asmaul husna dan diakhiri rembug anggota. Sementara setiap selapanan, juga diadakan pertemuan dalam skala yang lebih besar. Bergilir dari mushala ke mushala secara bergantian yang diisi pembacaan kitab al-Barzanji, kajian kitab fiqih dan dimeriahkan iringan hadrah klasik. (nu.or.id)

Tinggalkan Balasan