Rab. Okt 23rd, 2019

NusaLine

Garis Info Nusantara

Guru Madrasah Harus Perkuat Pendidikan Revolusi Mental

2 min read

Pringsewu, nusaline.com

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu H Marwansyah mengajak para tenaga pendidik khususnya di madrasah untuk senantiasa berpatokan kepada visi dan misi serta nawa cita yang telah ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia dalam mendidik para generasi penerus bangsa. Di antara nawa cita yang ia tekankan adalah terkait penguatan pendidikan revolusi mental dan karakter bangsa.

Hal ini penting karena di era saat ini, aplikasi nilai-nilai keimanan dan ketakwaan para generasi milenial semakin menurun. Etika dan nilai-nilai agama dan kemanusiaan sudah mulai pudar dan perlu dikembalikan dengan pendidikan yang menitikberatkan kepada sisi moral atau afektif.

“Sopan santun serta etika para pelajar sudah mulai pudar. Bertemu dengan guru mereka kabur karena takut diperintah. Budaya membuang sampah tidak pada tempatnya,” katanya memberi beberapa contoh keseharian para pelajar di era saat ini.

Ini menurutnya menjadi tantangan tersendiri para pendidik agar terus meningkatkan kompetensi dalam mendidik para pelajar. Jangan sampai semua yang dilakukan hanya untuk menggugurkan kewajiban dan sekedar formalitas belaka. Pelatihan dan workshop-workshop yang diikuti jangan hanya menjadi seremonial yang tidak memberikan efek positif bagi para pendidik atau pun para peserta didik

“Pendidikan adalah usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana yang ujungnya mampu meningkatkan kualitas peserta didik dan menjadi individu beriman dan bertakwa,” jelasnya saat memberi pengarahan pada Workshop Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan MAN 1 Pringsewu, Rabu (10/07/2019).

Agar tujuan pendidikan bisa dicapai ia mengingatkan tiga hal yang menjadi tugas utama guru yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran pendidik harus mampu menjadi model terbaik baik peserta didik dan mampu menyuguhkan model pembelajaran yang menarik sesuai kurikulum yang telah ditetapkan.

“Perkaya wawasan diri terkait karakter agar mampu memberi contoh terbaik bagi peserta didik. Jadikan diri seorang pendidik yang selalu ditunggu-tunggu kehadirannya di kelas dengan persiapan dan perencanaan pembelajaran yang maksimal,” imbaunya.

Selain itu ia juga menekankan kedisiplinan guru dalam melaksanakan tugas. Kedisiplinan ini akan mampu secara tidak langsung membekas pada pribadi peserta didik dan masyarakat sekitar. 

“Sampai guru berangkat bekerja ke kantor bisa menjadi patokan jam orang sekitar, karena terkenal dengan kedisiplinannya. Guru harus datang duluan, pulang belakangan,” pesannya kepada para peserta workshop yang terdiri dari para guru MAN 1 Pringsewu mulai 10-13 Juli 2019. (NU Online)

Tinggalkan Balasan