Rab. Okt 23rd, 2019

NusaLine

Garis Info Nusantara

Dua Tujuan Utama Diadakan Rutinan NU

2 min read

Banyuwangi, nusaline.com

Jamak dilakukan oleh pengurus NU pada setiap wilayah kerja memiliki kegiatan rutinan, yang sering disebut sebagai Lailatul Ijtima. Lailatul ijtima sendiri memiliki dua fungsi utama di antaranya sebagai sambung silaturahim dan sambung ilmu.

Rais Ranting NU Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Jawa Timur, Kiai Mohamad Samsul Huda saat mengisi Lailatul Ijtima yang dirangkai dengan halal bi halal di Mushala al-Muhajirin, Karangrejo, Senin (01/07/2019) malam menegaskan, setiap manusia ditakdirkan untuk terus melaksanakan aktivitas sosial. Pasalnya, setiap individu tak akan pernah bisa hidup seorang diri. “Butuh bantuan orang lain,” tegasnya.

Sedangkan yang kedua, lanjutnya, sambung ilmu. “Di kegiatan ini kita bisa saling berdiskusi dan mendengarkan nasehat-nasehat keilmuan agama dengan sanad yang jelas. Dari guru satu, kepada guru lainnya, sahabat, sampai sanad kepada Rasulullah SAW. Yang hal ini, sekarang sangat dibutuhkan di tengah-tengah banjirnya arus informasi yang bisa diakses melalui internet,” terang Samsul.

Belajar di internet lanjutnya, harus diimbangi dengan hadir di majelis-majelis ilmu. Supaya keberkahan dari sanad keilmuan yang jelas bisa dirasakan secara langsung baik di dunia sampai di akhirat. “Harus terus waspada dengan gerakan-gerakan radikalisasi, tidak boleh lengah dan jangan sampai terperdaya,” pesannya.

Ketua Ranting NU Karangrejo Ahmad Thoyib menambahkan, kegiatan Lailatul Ijtima seperti itu penting untuk terus dilakukan. “Selain dua hal di atas, penting juga sebagai sarana laporan atas program pengurus yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan kepada anggota. 

Dirinya minta kepada anggota pada Lailatul Ijtima tidak hadir, semoga kesempatan depan dapat hadir, semoga yang sakit segera diberikan kesembuhan,” katanya.

Dikatakan, menghadapi ancaman ideologi radikal, pengurus ranting juga siapkan langkah preventif hal itu. “Di antaranya secara berkala pengurus akan melaksanakan turba kepada ketua-ketua jamiyah se-Karangrejo. Selama turba akan diberikan wawasan kebangsaan dan islam yang penuh dengan kedamaian yang tak abai dengan konteksnya,” jelasnya. 

Kegiatan lailatul ijtima malam itu diawali dengan pembacaan rotib, istighotsah, diakhiri dengan pengajian dan laporan program-program lembaga. (NU Online)

Tinggalkan Balasan