Jum. Sep 20th, 2019

NusaLine

Garis Info Nusantara

Idul Fitri: Ratusan WNI Rayakan di Moskow Rusia

2 min read

Moskow, nusaline.com

Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Alfan Baedlowi Khatib Idul Fitri di KBRI Moskow pada Selasa (4/6/2019)

Sebagaimana yang dilansir detik.news.com Alfan menyoroti bagaimana memaknai hikmah Ramadhan dan pentingnya menjaga silaturahmi, membina persaudaraan, serta saling menghormati dan menjaga lisan di antara sesama manusia.

Usai Salat Id, Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, menggelar acara ramah tamah untuk masyarakat Indonesia di Moskow. Kegiatan ini dihadri sekitar 400 orang. Wahid menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1440 Hijriah kepada warga Indonesia dan mengapresiasi kehadiran mereka, baik muslim maupun nonmuslim.

“Saya berharap momen Idul Fitri ini dapat semakin memperkuat rasa kebersamaan seluruh warga Indonesia yang berada di Rusia”, ujar Wahid dalam keterangan tertulis dari KBRI Moskow, Selasa (4/6/2019).

Di tengah musim semi yang sejuk (sekitar 20°C), tampak masyarakat Indonesia yang didominasi para mahasiswa menikmati hidangan yang buat mereka sangat langka. Ibu-ibu Dharma Wanita KBRI juga menyiapkan beragam hidangan khas Idul Fitri, seperti lontong sayur, opor ayam, rendang, serta makanan lainnya. Selain mahasiswa, perayaan Idul Fitri di Moskow juga dihadiri kalangan profesional serta diaspora Indonesia yang bermukim di kota Moskow, dan bahkan ada beberapa yang datang dari Kota Saint Petersburg.

Di antara warga Indonesia yang hadir dalam acara tersebut adalah Syahrir, yang merupakan dosen Desain Grafis di salah satu universitas di Bandung, serta dua turis Indonesia asal Jakarta, Stefhanie Permata Indah dan Rieka Claudia, yang merupakan karyawati perusahaan sekuritas di Jakarta. Mereka datang ke KBRI Moskow setelah menempuh perjalanan kereta selama 9 jam dari Kota Saint Petersburg.

“Kami langsung menuju KBRI Moskow dari stasiun kereta. Kami baru tiba tadi pagi-pagi sekali dari Saint Petersburg setelah menempuh perjalanan berkereta selama 9 jam”, ujar Stefhanie.

Tinggalkan Balasan