Rab. Sep 18th, 2019

NusaLine

Garis Info Nusantara

GP Ansor: Jadikan Harlah Ke-85 Momentum Rekonsiliasi Nasional Setelah Pemilu

1 min read

Jakarta, nusaline.com

Gerakan Pemuda Ansor memperingati Hari Lahirnya yang ke-85 di Gedung PP GP Ansor Jakarta Pusat, Rabu (24/04/2019). Harlah ke-85 ini sebagai momentum rekonsiliasi nasional usai pemilihan umum serentak pada 17 April 2019.

“Saya kira momentum Harlah ini adalah tepat menjadi refleksi bagi kader Ansor-Banser se-Indonesia untuk mempelopori rekonsiliasi nasional dan persatuan nasional,” kata Sekretaris Jenderal PP GP Ansor Adung Abdul Rahman.

Menurut Adung, rekonsiliasi nasional menjadi perhatiannya karena selama masa pemilu serentak, dunia perpolitikan dan kebangsaan Indonesia diwarnai dengan berbagai hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian, serta terpolarisasinya masyarakat pada dukungan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. 

“Jadi harlah ke 85 ini menjadi refleksi kita untuk kita berperan mempelopori gerakan menyatukan kembali masyarakat setelah kontestasi sangat ketat di pemilu 2019 ini,” ucapnya.

GP Ansor tidak menghendaki adanya gerakan people power dari pihak mana pun karena negara memiliki lembaga-lembaga yang menangani persoalan pemilu. Oleh karena itu, sambungnya, jika ada pihak-pihak yang merasa dicurangi bisa bisa menempuh jalur konstitusional melalui mekanisme yang telah disepakati bersama.

“Kalau terjadi kecurangan maupun pelanggaran pemilu, mereka bisa menyampaikan ke Bawaslu untuk ditindaklanjuti, kalau ada sengketa pemilu mereka bisa mengajukannya kepada MK disertai dengan bukti,” jelasnya.

Menurutnya, people power tidak tepat untuk dilaksanakan karena tidak memenuhi syarat. Baginya, Indonesia hari ini tidak dalam kondisi darurat politik, ekonomi, dan kultural.

Hadir pada peringatan Harlah GP Ansor Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Ketua DPP KNPI Noer Fajriansyah, dan Habib Salim bin Jindan. (usm/NU Online)

Tinggalkan Balasan