Ming. Jul 21st, 2019

NusaLine

Garis Info Nusantara

Sikap Sayyidina Ali Ketika Tidak Terpilih Menjadi Khalifah (Bagian II)

3 min read

nusaline.com – Yang menjadi pertanyaan, apa benar Sayyidina Ali bin Abi Thalib tidak bersedia atau terlambat memberikan baiat kepada Sayyidina Abu Bakar? Atau Sayyidina Ali langsung memberikan ikrar bersama dengan umat Islam lainnya ketika Sayyidina Abu Bakar menyampaikan pidatonya yang pertama sebagai Khalifah Nabi?


\ Baca juga: Sikap Sayyidina Ali Ketika Tidak Terpilih Menjadi Khalifah (Bagian I)

Terkait hal ini, setidaknya ada dua pendapat yang masyhur di kalangan umat Islam. Pertama, Sayyidina Ali bin Abi Thalib tidak langsung atau terlambat memberikan baiatnya kepada Sayyidina Abu Bakar. Pada saat Sayyidina Abu Bakar dibaiat umat Islam secara ramai-ramai, ada beberapa pemuka umat Islam, baik dari Muhajirin maupun Anshar, yang belum memberikan baiat kepadanya. Diantaranya adalah Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Abbas bin Abdul Muthalib. 

Atas saran Sayyidina Umar bin Khattab dan yang lainnya, Sayyidina Abu Bakar kemudian menemui Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Abbas bin Abdul Muthalib. Keduanya diminta agar memberikan baiat kepadanya. Namun Abbas menolaknya dengan keras dan berdalih bahwa pengganti Nabi Muhammad saw. adalah hak Bani Hasyim. Abbas menilai bahwa Sayyidina Ali adalah orang yang paling berhak menjadi khalifah karena posisinya yang begitu dekat Nabi Muhammad saw., yaitu sama-sama dari Bani Hasyim. 

Begitupun dengan Sayyidina Ali. Ia enggan membaiat Sayyidina Abu Bakar seketika itu juga. Bahkan, dalam al-Imamah wa al-Siyasah karya Ibnu Qutaibah, seperti dikutip dari buku Abu Bakar as-Siddiq; Sebuah Biografi (Muhammad Husain Haekal, 2004), Sayyidina Ali menolak untuk membaiat Sayyidina Abu Bakar dengan tegas karena sebagai keluarga Nabi (ahlul bait) dirinya lebih berhak menduduki jabatan itu. 

“Kamu lah yang lebih pantas membaiat aku,” kata Sayyidina Ali ketika Sayyidina Umar memintanya untuk memberikan ikrar kepada Sayyidina Abu Bakar. 

Diriwayatkan juga kalau sekelompok umat Islam dari kalangan Muhajirin dan Ansar kemudian menggelar pertemuan di rumah Sayyidah Fathimah untuk membaiat Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Kabar tentang pertemuan itu diketahui pihak Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar. Tidak ingin perselisihan terus berlanjut di kalangan umat Islam, keduanya ‘menyerbu’ rumah Sayyidah Fathimah. Setelah berhasil ‘dikalahkan’, sekelompok umat Islam tersebut akhirnya memberikan ikrarnya kepada Sayyidina Abu Bakar. Meski demikian, pada waktu Sayyidina Ali belum kunjung memberikan baiatnya untuk Sayyidina Abu Bakar. 

Ada beberapa pendapat tentang kapan Sayyidina Ali bersedia memberikan ikrar kepada Sayyidina Abu Bakar. Satu sumber menyebutkan bahwa Sayyidina Ali berbaiat kepada Sayyidina  Abu Bakar 40 hari setelah pemabaiat umum. Sumber lain mengatakan enam bulan setelahnya, atau setelah wafatnya Sayyidah Fathimah. 

Kedua, Sayyidina Ali bin Abi Thalib langsung memberikan baiatnya ketika Sayyidina Abu Bakar dikukuhkah secara aklamasi atau satu hari setelah musyawarah di Saqifah Banu Sa’idah. Beberapa sejarawah dengan tegas membantah pendapat yang menyebutkan bahwa Sayyidina Ali tertinggal atau tidak hadir dalam acara baiat akbar untuk Sayyidina Abu Bakar.

Seperti keterangan Tabari –dengan sumber yang lengkap dengan isnadnya, Sa’d bin Zaid menceritakan bahwa tidak ada umat Islam yang ketinggalan, termasuk dari kalangan Muhajirin, untuk memberikan baiat kepada Sayyidina Abu Bakar. Mereka memberikan baiat secara berturut-turut. Hanya orang-orang murtad lah yang menentang pembaiatan tersebut.

Usai dikukuhkan, Sayyidina Abu Bakar naik ke atas mimbar. Ia panggil satu persatu sahabat dan kerabat Nabi Muhammad saw. yang dikira belum memberikan baiat. Semula dia memanggil Zubair bin Awwam. Zubair kemudian maju ke depan dan memberikan baiatnya. Lalu, dia memanggil Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

“Sepupu Rasulullah dan menantunya, engkau mau menimbulkan perpecahan di kalangan Muslimin?” tanya Sayyidina Abu Bakar kepada Sayyidina Ali.   

“Tak ada cela apa-apa ya Kahlifah Rasulullah,” jawab Sayyidina Ali. Kemudian ia bangun dan membaiat Sayyidina Abu Bakar.
Sumber lain menyebutkan bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib sedang duduk-duduk di rumahnya ketika umat Islam berbondong-bondong membaiat Sayyidina Abu Bakar. Ia kemudian diberitahu tentang hal itu. Tanpa pikir panjang, Sayyidina Ali langsung menuju tempat pembaiatan massal. Sesampai di sana, ia langsung memberikan baiatnya kepada Sayyidina Abu Bakar. (A Muchlishon Rochmat)
Bersambung…

Sumber : NU Online

Tinggalkan Balasan