Rab. Sep 18th, 2019

NusaLine

Garis Info Nusantara

Bom Sri Lanka, GP Ansor: Akhiri Semua Bentuk Kekerasan

2 min read

Jakarta, nusaline.com

Tragedi atas serangan bom di Sri Lanka membuktikan bahwa kekerasan, radikalisme, dan terorisme masih bergerak aktif. Dalam hal ini, para pemimpin agama dan politik di seluruh dunia mempunyai peran penting dalam menyerukan perdamaian dan menghentikan segala bentuk kekerasan.

“GP Ansor turut juga menyerukan kepada semua pemimpin agama dan politik di dunia untuk mengakhiri semua bentuk kekerasan,” tegas Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas, Ahad (21/04/2019) yang dirilis NU Online.

Terlebih, kata Gus Yaqut, dalam upaya melakukan saling klaim kebenaran atau pun menggunakan segala cara dalam mencapai tujuan politik. 
“Kami juga mengajak semua untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Gus Yaqut.

Di sisi lain, GP Ansor meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai lapisan baik agama, golongan, maupun kelompok untuk selalu menjaga kerukunan sesama warga bangsa. 

“Kemudian menjaga Indonesia tetap damai, kondusif, dan aman,” tegasnya.
Gus Yaqut menyampaikan rasa duka mendalam atas tragedi tersebut. Masyarakat Indonesia diminta memanjatkan doa untuk korban meninggal maupun luka. Menurutnya, rasa kemanusiaan harus dijunjung tinggi untuk mewujudkan ukhuwah insaniyah. 

Empat bom pertama meledak sekitar pukul 08.45 waktu lokal di empat lokasi berbeda, yakni Hotel Shangri-La di pusat Kota Kolombo, Hotel Kingsbury, Gereja St Anthony di Kochchikade, dan Gereja Katolik St. Sebastian di Negombo.

Serangan paling mematikan dikabarkan terjadi di Gereja St Sebastian di Negombo. Sejumlah gambar yang tersebar di media sosial menunjukkan selain berserakan puing-puing bangunan, lantai gereja juga berlumuran darah.

Ledakan di Gereja St Anthony terjadi ketika misa Paskah berlangsung. Sumanapala mengatakan dia segera masuk ke dalam gereja tak lama setelah ledakan terjadi untuk membantu para korban. (usm/NU Online)

Tinggalkan Balasan