Kam. Jun 20th, 2019

NusaLine

Garis Info Nusantara

LPBINU Mojokerto bantu korban banjirMojokerto

2 min read

Mojokerto, nusaline.com

Pengurus Cabang Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur berpartisipasi meringankan beban korban banjir bandang dengan menyalurkan bantuan material bangunan.

Menurut Ketua LPBI-NU Mojokerto Saiful Anam, dalam beberapa bulan ini hujan turun cukup sering di Mojokerto sehingga terjadi kebanjiran di beberapa daerah seperti di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Sejumlah rumah warga yang masih rusak akibat banjir memerlukan uluran tangan partisipasi dari warga lain

“Kita menyalurkan bantuan material bangunan untuk korban bencana banjir bandang yang menimpa warga bernama Abdul Rozak warga Dusun Watusari, Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro,” katanya
seperti yang dilansir NU Online Ahad (14/4).

Dijelaskan, peristiwa banjir terjadi pada 18 Januari 2019 lalu, namun berdasarkan informasi dan assesment langsung, ternyata korban belum banyak mendapatkan bantuan. Sehingga rumahnya bagian dapur yang hilang terbawa banjir, sampai hari ini belum diperbaiki. 

“Bahkan rumahnya juga belum dibersihkan dan belum ditempati lagi. Kondisi ini sudah berlangsung setidaknya tiga bulan lebih,” tambah Anam.
Temuan ini kemudian ditindaklanjuti oleh LPBINU dengan koordinasi ke Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) serta pihak Majelis Wakil Cabang (MWC) dan Pengurus Ranting NU setempat. Bantuan yang diberikan antara lain berupa semen, bata merah, kayu dan asbes untuk atap. 

“Hari ini kami menyerahkan berbagai macam material bangunan kepada Abdul Rozak. Selanjutnya pihak NU ranting bersama GP Ansor dan Banser setempat, berencana kerja bakti untuk membantu memperbaiki rumah milik Rozak,” beber Anam.

Anam berharap bantuan ini dapat meringankan beban dari korban banjir. Selanjutnya rumah korban segera bisa ditempati dan berkumpul bersama keluarga kembali secara normal.

“Semoga dengan bantuan ini, saudara kita Rozak segera bisa menempati rumahnya bersama keluarga. Bisa tidur nyenyak dan melakukan kegiatan seperti biasanya sebelum banjir,” tandasnya. (Drj/Syarif Abdurrahman/Muiz/NU Onlien)

Tinggalkan Balasan