Jum. Sep 20th, 2019

NusaLine

Garis Info Nusantara

Harlah Muslimat NU Sulsel: Deklarasi Lawan Hoax

2 min read

Makassar, nusaline.com

Frasa Jaga Bangsa Teguhkan Ahlu Sunnah Waljamaah (Aswaja)’ menggema dalam acara Hari Lahir (Harlah) Muslimat Nahdatul Ulama (NU) ke 73 oleh Muslimat NU Sulsel di Gedung K.H. Muhiiddin Zain Kampus Universitas Islam Makassar (UIM) Jalan Perintis Kemerdekaan, Sabtu (6/4/2019).

Frasa tersebut merupakan bukti bahwa sebagai organisasi Banom NU yang telah berdiri sebelum Indonesia merdeka, selalu berada di garda terdepan memikirkan persoalan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Muslimat NU menggunakan seragam resminya yakni batik berwarna hijau plus kerudung hijau. Tampak perempuan yang didominasi ibu-ibu itu sangat bersemangat melontarkan frasa kebanggaan NU ini.

“Mari kita jaga NKRI dan meneguhkan Aswaja melalui wanita-wanita yang hebat dan martabat dan berikhtiar berjuang bersama Muslimat NU,” ungkap Ketua 1 PB Muslimat NU Sry Muliati.

Dalam konteks kekinian dalam menjaga Bangsa dan Meneguhkan Aswaja kata Sry Muliati, salah satunya yakni dengan mendorong perlawanan terhadap fitnah adu domba yang dibungkus dalam gerakan tebar hoax.

“Kita buat dalam bentuk deklarasi Muslimat anti Hoax dibacakan dan disaksikan bersama oleh ratusan Muslimat NU se-Sulsel dari berbagai daerah sebagai bentuk komitmen bahwa Muslimat NU menolak Hoax dan Anti Hoax serta menghimbau kepada seluruh jajaran Muslimat NU agar menyaring sebelum menyebarkan berita,” tutur Sri Muliati.

Sementara itu, Ketua Muslimat NU Sulsel Majdah Agus menyebutkan, harlah Muslimat NU ini dijadikan sebagai kilas balik dan renungan pada masa lalu bagaimana bentuk partisipasi wanita dalam menegakkan Bangsa dan Meneguhkan Aswaja.

“Kita sepakat meneguhkan Ahlussunnah waljamaah dan kekokohan NKRI dalam menyambut pemilu 2019 saat ini dan menjadi alasan untuk menolak Hoax karena bertentangan dengan akidah Aswaja,” tutur Majdah Agus.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Rois am PBNU KH. Miftahul Ahyar, Imam Besar Islamic Centre Mesjid Newyork Syamsi Ali, pengurus Pusat Muslimat NU Hj Andi Nurhiyari Jamaro Dulung, Dewan Pakar Prof, Hj. Masruroh Muhtar, ketua Tanfis PWNU Sulsel KH. Hamzah Al Rasyid.

Tinggalkan Balasan