Sel. Jul 16th, 2019

NusaLine

Garis Info Nusantara

Kurangi Terpapar Hoax dengan Ilmu Mantiq?

1 min read

Garut, nusaline.com

Hoax atau informasi tidak benar menjadi problem tersendiri seiring dengan kemajuan teknologi informasi.

Deddy Hermawan Staf Khusus Kementerian Komunikasi dan Informasi mengatakan “Ini adalah simalakama karena internet yang seharusnya untuk hal yang produktif malah menjadi pemecah belah masyarakat,”

Hal ini disampaikan sebelum membuka Ngaji Teknologi di Kantor PCNU Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa, (2/4). Seperti yang dilansir NU Online.

Saat ini, menurut dia, di Indonesia ada sekitar 140 juta pengguna dari 280 juta penduduk. Penggunanya terus meningkat setelah kebijakan infrastruktur yang digalakkan pemerintah mendorong kemampuan masyarakat mengaksses internet.


Namun, perkembangan tersebut tidak diiringi kemampuan pengguna dalam penyaringan informasi atau penanggulangan hoaks.


“Kami pernah konsultasi ke PBNU bagaimana mengelola informasi, mencari solusi mengklarifikasi informasi-informasi yang tidak benar yang muncul di publik,” katanya.


Kominfo juga berkonslutasi ke Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas-ormas keagamaan lain. Hal itu dilakukan karena hoaks yang terjadi kebanyakan berbasis ajaran agama.


“Kami mendorong NU dan Muhammadiyah untuk menanggulangi hoaks,” katanya.


Kominfo kemudian melanjutkan kerja sama dengan PBNU melalui Lakpesdam dan LTN melalui Ngaji Teknologi. Kerja sama tersebut adalah penguatan literasi publik untuk pengguna media sosial dengan cara berpikir yang benar.


“Ketemulah kita dengan ilmu manthiq. Saya mendapatkan informasi di komunitas pesantren bahwa ilmu itu diajarkan di kalangan santri senior. Padahal berita bohong menyasar ke santri baru,” jelasnya.
Oleh karena itu, ilmu manthiq harus diajarkan kepada santri-santri baru juga dengan kemasan yang lebih mudah dan praktis. (Red/Abdullah Alawi/NU Online)

Tinggalkan Balasan